Maxima Maxima Maxima Maxima
EN / ID
  • About Us
    • About Maxima
    • Maxima Impact Framework
    • Careers
  • Our Solution
    • Purpose Driven Leadership
    • Live In
    • Change Management
    • Impact Research
    • Impact Measurement
    • Impact Reporting
    • Scholarship Management
    • Community Activation
    • Ecosystem Restoration
  • Insight
    • Maxima Insight
    • Intellectual Publication
  • Projects
  • Collaborate
Maxima

Home / Insight / Blog / Penyebab Banjir Bekasi: Memahami Akar Masalah dan Solusi Sistemik

Penyebab Banjir Bekasi: Memahami Akar Masalah dan Solusi Sistemik

Maret 6, 2025 4 minutes reading_timeMaxima
Banjir Bekasi

Pada awal Maret 2025, wilayah Bekasi kembali dilanda banjir parah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam, 3 Maret 2025 (Reuters, 2025). Banjir di Bekasi ini menyebabkan ribuan warga harus mengungsi, merendam ratusan rumah, dan melumpuhkan berbagai fasilitas umum, termasuk rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai 3 meter, memaksa evakuasi pasien di rumah sakit dan menutup operasional mal serta stasiun kereta. (Detikcom, 2025)

Fenomena ini bukan sekadar masalah curah hujan tinggi, tetapi juga akibat dari berbagai faktor sistemik yang saling berkaitan. Mulai dari tata kelola air hingga alih fungsi lahan, ada banyak aspek yang perlu diperbaiki agar masalah ini tidak terus berulang.

Faktor Penyebab Banjir di Bekasi

  • Urbanisasi yang Tidak Terkendali

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Bekasi telah mendorong ekspansi pemukiman dan kawasan industri tanpa perencanaan drainase yang memadai. Akibatnya, banyak area resapan air berkurang sehingga meningkatkan risiko banjir.

  • Sistem Drainase yang Tidak Memadai

Sistem drainase di Bekasi belum mampu mengakomodasi peningkatan debit air saat musim hujan. Banyak saluran air tersumbat sampah atau mengalami sedimentasi yang menyebabkan rendahnya efektivitas dalam mengalirkan air hujan.

  • Penyempitan dan Pencemaran Sungai

Sungai-sungai di Bekasi, seperti Kali Bekasi, mengalami penyempitan akibat sedimentasi dan alih fungsi bantaran sungai menjadi pemukiman. Pencemaran air dari limbah domestik dan industri juga memperparah kondisi sungai sehingga mengurangi kapasitasnya dalam menampung air hujan.

  • Perubahan Iklim dan Anomali Cuaca

Selain itu, perubahan pola hujan akibat krisis iklim berperan dalam meningkatkan risiko banjir di Bekasi. Intensitas curah hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek meningkat dalam beberapa waktu terakhir, hal ini juga diperparah oleh fenomena cuaca seperti La Niña.

Dampak Banjir: Dari Sosial hingga Ekonomi

Banjir di Bekasi tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial. Ribuan rumah terendam, memaksa warga mengungsi dan meningkatkan risiko penyakit akibat genangan air. Sektor industri juga terdampak, dengan terhambatnya mobilitas logistik dan aktivitas produksi, yang berdampak langsung pada perekonomian kota. 

Kondisi ini mencerminkan perlunya pendekatan sistemik dalam pengelolaan kota, salah satunya melalui implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Tanpa kebijakan yang mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, tata kelola lingkungan, dan kesejahteraan sosial, urbanisasi yang pesat akan terus memperburuk kondisi lingkungan. Prinsip ESG dapat menjadi landasan untuk merancang kebijakan yang lebih berkelanjutan, termasuk dalam mitigasi banjir, pengelolaan air, serta perencanaan tata kota yang adaptif terhadap perubahan iklim.

ESG dan Implementasinya dalam Tata Kelola Kota Bekasi

ESG adalah prinsip yang mengedepankan keberlanjutan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam pengelolaan bisnis maupun pemerintahan. Implementasi ESG dalam tata kelola kota dapat berperan besar dalam mengatasi banjir secara sistemik serta meningkatkan nilai fungsi kota itu sendiri. 

Bagaimana Implementasi ESG dalam Tata Kota?

Secara umum ESG memetakan fungsi dengan orientasi keberlanjutan, maka dari itu penanganan yang dilakukan tidak terbatas pada langkah penyelesaian masalah saat ini, tetapi juga langkah preventif untuk rencana selanjutnya.

  1. Environmental
    • Revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH) sebagai daerah resapan air.
    • Peningkatan sistem pengelolaan limbah dan drainase kota.
    • Penggunaan infrastruktur hijau seperti sumur resapan dan taman air untuk mengelola limpasan hujan.
  2. Social
    • Edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap banjir.
    • Program pemberdayaan komunitas dalam pengelolaan lingkungan.
    • Relokasi warga dari kawasan rawan banjir ke hunian yang lebih aman dan berkelanjutan.
  3. Governance
    • Penguatan regulasi terkait tata ruang dan pembangunan kota yang berkelanjutan.
    • Kolaborasi dengan sektor swasta untuk membangun infrastruktur hijau.
    • Penerapan insentif bagi perusahaan yang menerapkan kebijakan ramah lingkungan.

Solusi Sistemik untuk Mitigasi Banjir

Untuk mengatasi banjir dengan proyeksi jangka panjang, perlu pendekatan sistemik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi:

  • Restorasi Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Pemerintah daerah perlu mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau agar mampu menyerap air hujan dengan lebih efektif. Kota-kota besar seperti Singapura telah menerapkan kebijakan “sponge city” yang memanfaatkan taman-taman kota untuk pengelolaan air secara alami.

  • Revitalisasi Drainase dan Normalisasi Sungai

Pembersihan saluran drainase secara berkala serta proyek normalisasi Kali Bekasi harus terus dilakukan agar kapasitas penampungan air meningkat. Penggunaan teknologi drainase berkelanjutan, seperti sumur resapan dan biopori, juga dapat membantu mengurangi risiko banjir.

  • Penguatan Regulasi Tata Kota dan Pengendalian Urbanisasi

Pembangunan kawasan industri dan pemukiman harus mempertimbangkan aspek lingkungan dengan memastikan adanya zona resapan air yang cukup. Regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk mengontrol alih fungsi lahan di daerah rawan banjir.

  • Perubahan Perilaku Masyarakat

Edukasi mengenai pengelolaan sampah dan peran masyarakat dalam mitigasi banjir sangat penting. Kampanye publik melalui peningkatan kesadaran dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan mengurangi penggunaan plastik dapat membantu mengurangi penyumbatan drainase.

Membangun Kota yang Lebih Tangguh terhadap Banjir

Banjir yang terjadi di Bekasi menjadi salah satu masalah kompleks yang membutuhkan solusi berbasis sistem. Dengan pendekatan yang mengintegrasikan perencanaan kota, kebijakan lingkungan, serta partisipasi aktif masyarakat, risiko banjir dapat diminimalkan.

Sebagai bagian dari upaya membangun dampak positif, Maxima Impact Consulting telah berpengalaman dalam merancang solusi kebijakan, advokasi, serta strategi mengubah perilaku sosial demi terciptanya perubahan yang sistemik. Mari bersama-sama menciptakan kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan!

Daftar Isi
  • Faktor Penyebab Banjir di Bekasi
    • Urbanisasi yang Tidak Terkendali
    • Sistem Drainase yang Tidak Memadai
    • Penyempitan dan Pencemaran Sungai
    • Perubahan Iklim dan Anomali Cuaca
  • Dampak Banjir: Dari Sosial hingga Ekonomi
  • ESG dan Implementasinya dalam Tata Kelola Kota Bekasi
    • Bagaimana Implementasi ESG dalam Tata Kota?
    • Solusi Sistemik untuk Mitigasi Banjir
      • Restorasi Ruang Terbuka Hijau (RTH)
      • Revitalisasi Drainase dan Normalisasi Sungai
      • Penguatan Regulasi Tata Kota dan Pengendalian Urbanisasi
      • Perubahan Perilaku Masyarakat
  • Membangun Kota yang Lebih Tangguh terhadap Banjir
RELATED ARTICLES
  1. Masa Depan Sustainability di Tengah Melemahnya Komitmen Global terhadap ESG
  2. Analisis Dampak dan Strategi Adaptasi Perubahan Kebijakan Kendaraan Listrik
  3. Inspirasi Wanita Melawan Stigma Menjadi Pemimpin
  4. Bagaimana Memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Memberikan Dampak Optimal?
  5. Serangan Gula dan Berbagai Dampak yang Mengintai
Leading the Bandwagon of Transforming Indonesia
MAXIMA IMPACT CONSULTING

Lab Pela, Jl. Bambu Kuning No.285, RT.2/RW.5, Pulo, Kebayoran Baru, South Jakarta City, Jakarta 12160

Lihat Peta
Dapatkan berita terbaru dari kami

    © 2024 Maxima Impact Consulting, All Rights Reserved
    • About Us
      • About Maxima
      • Maxima Impact Framework
      • Careers
    • Our Solution
      • Purpose Driven Leadership
      • Live In
      • Change Management
      • Impact Research
      • Impact Measurement
      • Impact Reporting
      • Scholarship Management
      • Community Activation
      • Ecosystem Restoration
    • Insight
      • Maxima Insight
      • Intellectual Publication
    • Projects
    • Collaborate
    EN / ID
    Enter your
    text here
    • English
    • Bahasa Indonesia
    Login to Maxima
    Lost Password?
    Reset Password
    Enter the username or e-mail you used in your profile. A password reset link will be sent to you by email.
    Already have an account? Login
    ×