Sebagai bagian dari upaya penguatan budaya kerja adaptif dan percepatan reformasi kelembagaan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI (DJPb Kemenkeu RI) tengah merancang penguatan kerja adaptif dan percepatan reformasi kelembagaan. Melalui “Konsolidasi dan Peningkatan Kapasitas Duta Transformasi Kelembagaan DJPb Tahun 2025”, kegiatan yang berlangsung di Treasury Learning Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, 22/5.
Acara ini diselenggarakan untuk membekali para Duta Transformasi DJPb — tim strategis yang berperan sebagai katalisator perubahan di lingkungan Kementerian Keuangan — dengan kompetensi adaptif dan kemampuan memimpin perubahan di tengah tantangan optimalisasi sumber daya. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerangka pengembangan SDM unggul guna mendukung inisiatif “Next Treasury” dan penguatan sistem keuangan negara berbasis digital.
Acara dibuka dengan sambutan dari jajaran pimpinan DJPb, dilanjutkan dengan sesi kunci Breaking the Silence: Catalyst of Change yang dipandu oleh Ivan Ahda, CEO Maxima Impact Consulting. Sebagai praktisi transformasi organisasi dan certified facilitator Theory U, Ivan membagikan pendekatan praktis dalam mengelola perubahan di lingkungan kerja birokrasi modern.

Gambar 1. Salah Satu Kegiatan pada Sesi “Breaking the Silence: Catalyst of Change” bersama Ivan Ahda.
Dalam paparannya, Ivan mengenalkan konsep Theory U sebagai pendekatan strategis yang mendorong transformasi organisasi Kemenkeu berbasis empati, dialog mendalam, dan pembelajaran kolektif. Peserta diajak memahami lima tahapan Theory U yakni:
Kelima tahapan tersebut selanjutnya dapat diterapkan dalam merancang dan mengimplementasikan inisiatif perubahan di lingkungan Kemenkeu RI.
Selain materi teori, peserta mengikuti sesi studi kasus dan simulasi berbasis aktivitas kelompok. Sesi ini dirancang untuk melatih analytical thinking serta kemampuan berkolaborasi dalam merumuskan prototipe solusi perubahan sesuai konteks kerja masing-masing kantor wilayah DJPb.
Sebagai konsultan profesional di bidang pengembangan organisasi dan manajemen dampak, Maxima Impact Consulting berperan aktif dalam mendesain sesi pelatihan yang berbasis data, sistemik, dan aplikatif. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen Maxima dalam mendukung institusi pemerintahan membangun SDM transformasional yang adaptif dan visioner.
“Kemenkeu menunjukkan langkah progresif dalam menyiapkan ASN yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan berbasis nilai, refleksi, dan kolaborasi,” ujar Ivan Ahda di sela sesi pelatihan.

Gambar 2. Diskusi pada Sesi “Breaking the Silence: Catalyst of Change” bersama Ivan Ahda.
Melalui program ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu berharap dapat memperkuat peran Duta Transformasi dalam mengawal program reformasi birokrasi yang adaptif, partisipatif, dan berdampak. Ke depan, pelatihan berbasis pendekatan purpose-driven leadership dan systemic change management diharapkan dapat menjadi standar pengembangan kapasitas SDM di lingkungan kementerian.
Ingin membangun program transformasi SDM dan budaya organisasi berbasis data dan dampak? Kolaborasikan solusi Anda bersama Maxima Impact Consulting dan ciptakan langkah transformatif di institusi Anda.